Tuesday, 25 July 2017

21:21:00
Desa Wae Rebo -  Flores merupakan sebuah pulau yang menyimpan sebuah pesona yang sayang untuk dilewatkan. Keindahan alam dibalut budayanya yang unik menjadikan Flores menjadi salah satu destinasi unggulan di Indonesia.

sumber : @richo_kyle via Instagram
Menginjakkan kaki di Flores, tak lengkap rasanya jika Anda tak mengunjungi kampung yang mendunia yaitu Kampung Wae Rebo.

Untuk bisa ke Kampun Wae Rebo, Anda harus melakukan hiking dengan jalanan setapak yang cukup licin. Tak mudah memang, perlu tenaga ekstra untuk sampai ke kampung misterius ini.

Kampung Wae Rebo berada di ketinggian 1200 mdpl, bagi Anda yang terbiasa mendaki tentunya hal ini bukanlah perkara sulit. Tapi bagi Anda yang jarang mendaki, maka ini merupakan tantangan yang luar biasa.

Menuju Wae Rebo Anda dapat menyewa porter yang siap membawa barang Anda. Untuk satu orang porter Anda akan dikenakan biaya Rp250.000,-.

Keindahan Wae Rebo seharusnya membuat semangat Anda diperjalanan tak pernah kendur. Sekitar 4 jam berjalan kaki Anda akan tiba di Wae Rebo.

sumber : @marshallsastra via Instagram
Sebuah kampung yang dijuluki kampung di atas awan. Wae Rebo masuk ke dalam wilayah administratif Kecamatan Satarmese yang merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Inilah salah satu ikon wisata Indonesia yang sangat ramai dikunjungi. Rumah adat Mbaru Niang yang berjumlah tujuh rumah berdiri gagah di antara hijaunya rerumputan yang turut melengkapi eksotisme Wae Rebo.

Local Wisdom masyarakat Wae Rebo yang masih bergantung pada alam adalah suguhan terindah ketika berada di Kampung ini.

Wae Rebo adalah kampung adat Manggarai Tua yang berusaha untuk mempertahankan adat lokal sebagai salah satu kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia.

Salah satu ritual yang dilakukan adalah ritual Pa'u Wae Lu'u. Ritual ini dipimpin oleh ketua adat Wae Rebo yang bertujuan meminta izin dan perlindungan kepada roh leluhur terhadap tamu yang berkunjung dan tinggal di Wae Rebo.

sumber : @richo_kyle via Instagram
Di desa Wae Rebo wisatawan diberikan dua pilihan yaitu sekedar berkunjung atau sembari menginap. Untuk satu kali kunjungan Anda bisa membayar Rp200.000,- perorang. Sedangkan jika menginap Anda harus membayar Rp350.000,- perorang.

Masyarakat Wae Rebo sangat ramah terhadap wisatawan. Bahkan bagi masyarakat, wisatawan yang datang dianggap sebagai saudara yang sedang pulang kampung.

Mbaru Niang memang merupakan ikon menarik di Wae Rebo. Dalam bahasa Manggarai, Mbaru Niang berarti rumah drum.

Bentuk bangunannya kerucut, melingkar dan berpusar ditengah yang diyakini melambangkan persaudaraan yang tidak pernah putus dengan leluhur mereka sebagai titik pusatnya.

Dari tujuh Mbaru Niang yang ada di Wae Rebo, masing-masing memiliki nama tersendiri dan tentunya dengan fungsi yang berbeda.
sumber : @tjhaihengky via Instagram
Masyarakat Wae Rebo masih sangat mempertahankan tradisi yang ada. Semua fungsi dalam Mbaru Niang masih dipertahankan sampai saat ini.

Lokasi Wae Rebo
Untuk mencapai lokasi Wae Rebo Anda harus melakukan perjalanan super jauh. Perjalanan Ke Wae Rebo butuh waktu tujuh sampai delapan jam.

Banyak pilihan yang dapat Anda pilih untuk mencapai desa indah ini. Sepanjang perjalanan Anda akan dihibur keindahan alam yang tak ada duanya.

Agar lebih muda ke tempat ini, Anda dapat menggunakan jasa agen travel yang menyediakan paket wisata. Harga yang ditawarkan bervariasi dan kemudahan pun akan Anda dapatkan dengan jasa tersebut.

Untuk ke Wae Rebo jika Anda dari Labuan Bajo maka Anda harus melakukan perjalanan selama tujuh jam untuk sampai ke Desa Denge. Kemudian dari desa Denge Anda harus trekking selama 4 jam untuk sampai ke Desa ini.

Sedangkan dari Ruteng menuju Denge Anda harus melakukan perjalanan darat selama kurang lebih tiga jam.

Mengawali perjalanan Anda harus menuju Golo Lusang. Setelah itu Anda akan menemukan kawasan hutan lindung yang sangat indah.

sumber : @ayubardiyono via Instagram
Anda akan melewati desa Pong Nggeok. Dilanjutkan dengan menyeberangi jembatan Wae Mese. Lanjut ke desa Narang, Nanga Ramut, Dintor, Kombo (desa pemekaran dari Waerebo) dan berakhir di Desa Denge.

Setelah itu Anda pun harus trekking selama 4 jam menuju desa ini. Rasa lelah akan terbayar ketika Anda sampai di desa yang super eksotis ini.

Keindahannya membuat Desa ini mendapatkan berbagai penghargaan dari dunia. Selama tujuh jam perjalanan pun pemandangan tak pernah sama. Ada keindahan berbeda di setiap sudut jalannya.

Pemandangannya sangat luar biasa. Jadi ini adalah surga bagi Anda yang mencintai keindahan alam Indonesia.

Bisa merasakan kebudayaan asli masyarakat Wae Rebo merupakan kebanggaan tersendiri bagi Anda. Tempat yang meraih penghargaan dari Unesco sebagai konservasi warisan budaya ini merupakan salah satu refresentasi dari Indonesia.

sumber : @ignatiusgregory via Instagram
Di sini Anda dapat melihat alam yang indah, udara yang sejuk, warisan budaya yang terpelihara dan penduduk yang sangat ramah.

Ini adalah Indonesiaku dengan segala keindahan dan keunikannya. Pada abad ke 17 Indonesia merupakan penghasil kopi terbanyak di dunia.

Bahkan Indonesia merupakan salah satu negara yang berhasil menjadi penghasil biji kopi dengan kualitas terbaik. Salah satu kopi terbaik dapat Anda temukan di Desa Wae Rebo ini.

Kopi jenis robusta yang tumbuh diketinggian 1200 mdpl ini merupakan kopi enak yang harus Anda nikmati di Wae Rebo. Berada di Desa Wae Rebo dijamin akan menjadi kenangan tak terlupakan bagi Anda.

sumber : backpackerjakarta.com
Inilah Indonesia yang kaya akan hasil alamnya. Bijak dalam mengolah hasil akan memberikan banyak manfaat untuk masyarakat.

Dijuluki sebagai desa di atas awan, Wae Rebo seperti punya atmosfir yang membuat nyaman setiap pengunjung yang datang. Mendapat kesempatan melihat dan tinggal di Mbaru Niang, rumah tradisional Wae Rebo membuat Anda seperti tinggal di rumah sendiri.

Dengan pemandangan bebukitan dan hutan yang masih asri. Inilah Indonesia, ke manapun Anda pergi. Anda akan menemukan rumah untuk singgah.

Setiap pagi selalu menawarkan harapan baru. Jangan menyerah meski ribuan langkah harus kita tempuh. Baca juga 21 Tempat Wisata di Nusa Tenggara Timur yang Paling Menarik di Kunjungi.

0 komentar:

Post a Comment